Showing posts with label insan. Show all posts
Showing posts with label insan. Show all posts

Monday, 4 November 2013

Sejarah Tahun Baru Islam

AWAL penentuan tahun Islami, dimulai pada jaman khalifah Amirul Mukminin Umar bin Khattab radliyallahu `anhu beliau mengumpulkan para ahli untuk membicarakan darimana dimulainya tahun Islami. Hal ini terjadi kurang lebih pada 16 H atau 17 H. Maka sempat muncul berbagai pendapat, di antaranya: 1) Dihitung dari kelahiran Rasulullah. 2) Dihitung dari tahun wafat beliau. 3) Dihitung dari hijrahnya beliau. 4) Dihitung sejak kerasulan beliau.5) perang Badar. 6)Perjanjian Hudaibiyah. dan 7) Fathu Mekkah.

Berbagai pendapat itu kemudian disimpulkan dan diputuskan oleh Amirul Mukminin bahwa dimulainya perhitungan tahun Islami adalah dari hijrahnya Rasulullah SAW karena sejak disyariatkannya hijrah, Allah Ta`ala memilah antara yang haq dan yang bathil. Pada waktu itu pula awal pendirian negara Islam.

Penentuan Bulan Muharram sebagai awal penanggalan Hijriyah
Agaknya perdebatan kembali muncul, setelah ditentukannya awal perhitungan tahun Islam. Silang pendapat untuk menentukan bulan apa yang dipakai sebagai pemula tahun baru lalu mencuat. Berbagai pendapat lalu dilontarkan, ada yang usul Rabi’ul Awwal karena di waktu itu dimulai perintah hijrah dari Makkah ke Madinah.

Saturday, 2 November 2013

Hindari Sikap Sok Suci

Perasaan diri suci, pasca upaya untuk menyucikan diri adalah manusiawi, alias wajar-wajar saja. Tapi mengapa dilarang?

“Ustad, sebagai manusia biasa, kadang terlintas di hati bahwa aku adalah orang yang terbaik di antara mereka. Bagaimana cara mengatasinya? Apa yang harus kulakukan? Aku tahu hal itu tidak boleh.” Begitu pesan singkat yang saya terima dari salah satu jamaah pengajian saya beberapa waktu lalu. Sebelum saya bahas solusi penyakit hati tersebut, perlu kiranya dijelaskan duduk permasalahannya. Sebab mungkin ada di antara pembaca majalah [Majalah Pengusaha Muslim Indonesia, red] ini yang bertanya-tanya: “Apa salahnya kita merasa paling baik. Toh kita sudah berusaha untuk memperbaiki diri. Bukankah itu konsekuensi hasil sebuah usaha?

Antara Usaha Menyucikan Diri dan Merasa Suci
Sebagian orang kurang bisa membedakan antara “usaha menyucikan diri” dan “merasa diri suci.” Seakan keduanya sama, padahal sebenarnya Al-Quran pun membedakannya. Mari kita cermati dua ayat berikut ini.

Pengusaha,Tenaga kerja dan Upah Dalam Tuntunan Syariat islam.

Oleh: Prof Muhammad (Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Yogyakarta) kontribusi untuk Pengusaha Muslim.

Islam member perspektif mengenai ketenagakerjaan, setidaknya ada empat prinsip untuk memuliakan hak-hak pekerja, termasuk sistem pengupahannya.

Tenaga kerja dan upahnya tidak dapat dipisahkan. Keduanya selalu menjadi tema menarik untuk dikaji. Bahkan demonstrasi buruh pun juga lebih banyak menyangkut tuntutan kenaikan upah. Kajian saya kali ini mengenai dua perkara yang penting ini. Penting karena kebijakan di bidang upah minimum menjadi bagian agenda reformasi ketenagakerjaan yang lebih luas. Kebijakan ini muncul setelah krisis ekonomi pada 1997/1998. Termasuk di Indonesia, melalui komitmen pemerintah terhadap masalah upah minimum tenaga kerja.

Tuesday, 29 October 2013

JASAD PARA SAHABAT NABI TIMBUL MASIH UTUH DAN BERDARAH |

BANJIR MADINAH 2013 - JASAD PARA SAHABAT NABI TIMBUL MASIH UTUH DAN BERDARAH.

Waktu terjadi banjir di Madinah, kubur 70 orang keluarga Perang Uhud itu dilanda banjir. jasad para sahabat timbul keluar dalam keadaan masih utuh kerana mereka dikuburkan di kawasan padang pasir.
Selepas banjir surut, darahnya masih mengalir harum dan dikuburkan semula tetapi sudah tidak ditandai nama-nama jenazah tersebut dan yang ditandakan kerana dikenali cuma 2 sahaja iaitu Saidina Hamzah RA kerana diketahui dengan luka didadanya, badannya tinggi besar.
Jasadnya masih berdarah dan harum. Bahkan tangannya masih menekup lukanya akibat terkena tombak, yang masih keluar darah. Walaupun sudah beberapa ribu tahun.Dan yang satu lagi adalah Abdullah bin Jaz RA kerana diketahui telinga dan hidungnya terpotong akibat diikat benang. Kedua orang inilah yang sekarang nisannya ada di Uhud. Jadi kalau sekarang kita berziarah ke Gunung Uhud, hanya ada 2 nisan saja.

Keistimewaan Air Zamzam

Kalau orang-orang mau mencoba menemukan kebenaran Islam sebenarnya Allah banyak memberikan bukti-bukti yang masih bisa ditemukan sampai sekarang. Salah satunya adalah keberadaan air zamzam ini. Dengan kemampuan ilmu dan teknologi, kita bisa melakukan penelitian ilmiah..

“Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.” (HR Muslim)


Jeddah - detik.com : Air zamzam berbeda dengan air biasa. Air dari tanah suci Mekkah yang menjadi favorit bawaan jamaah haji ini bila dilihat dari X-Ray terlihat lebih pekat.

Seperti yang detikcom lihat di Madinatul Hujaj, Jeddah, Arab Saudi, di tempat bagasi jamaah haji yang terbang dengan Garuda Indonesia, Selasa (29/10/2013).


Lewat mesin X-Ray diketahui air zamzam berwarna pekat dan terlihat hitam. Sedang air biasa terlihat biasa saja.

"Air zamzam berbeda, jadi mudah dikenali lewat X-Ray," jelas petugas X-Ray Garuda, Zainul kepada wartawan.

Monday, 8 July 2013

Pengetahuan Dasar Sebagai Jama'ah

Bismillahirrohmanirrohim.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:


"Berpuasa pada hari kalian berpuasa, ber iedul fithri pada hari kalian ber iedul fithri, dan ber'iedul adlha pada hari kalian ber'iedul adlha." (HR At Tirmidzi). 

Imam At Tirmidzi berkata, "Sebagian ahli ilmu menafsirkan hadits ini. Mereka berkata, "Maksudnya adalah berpuasa dan ber'iedul fithri bersama jama'ah (ulil amri) dan kebanyakan manusia."

Imam As Sindi dalam hasyiyah ibnu Majah berkata, "Ini menunjukkan bahwa urusan ini diserahkan kepada ulil amri dan individu- individu manusia tidak boleh ikut campur dalam masalah ini."

Demikian pula yang dikatakan oleh imam As Suyuthi dalam kitab Subulussalam. Syaikhul Islam ibnu Taimiyah dalam majmu' fatawa, ibnu qayyim dan para ulama muhaqqiqin lainnya.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Mereka (para imam) shalat mengimami kalian; jika shalatnya benar, kalian mendapat pahala, dan mereka pun mendapat
pahala. Bila shalatnya salah, kalian dapat pahala, mereka mendapat dosa." (HR Al Bukhari dan Muslim).

Jadi...????

Bila ulil amri salah..
Merekalah yang menanggung dosanya..

Oleh : Al-Ustadz Abu Yahya Badrusalam.

Sunday, 7 July 2013

Awal Ramadhan,antara Rukiyah dan Hisab

Banyak selisih pendapat dalam penentuan awal Ramadhan. Ada yang memakai hisab, ada yang berpedoman rukyat. Bagaimanakah sikap kita seharusnya?
Jawaban :
Para ulama berselisih pendapat di dalam menentukan awal bulan Ramadhan apakah dengan cara melihat bulan langsung (rukyat) atau dengan cara hisab.
Pendapat Pertama mengatakan bahwa cara menentukan awal bulan Ramadhan adalah dengan cara melihat bulan secara langsung (rukyat) dan tidak boleh menggunakan hisab. Ini adalah pendapat mayoritas ulama salaf dan khalaf, termasuk di dalamnya Imam Madzhab yang empat (Abu Hanifah, Malik, Syafi’I, dan Ahmad).
Dalil mereka adalah sebagai berikut:
1. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam:
«لَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلَالَ، وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ، فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ» و في رواية: فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ ثَلَاثِينَ»
“Jangan kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, dan jangan berbuka sampai melihatnya lagi, jika bulan tersebut tertutup awan, maka sempurnakan bulan tersebut sampai tiga-puluh.” (HR. Bukhari no. 1906 dan Muslim no. 1080)
2. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam:
«صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ»
“Berpuasalah karena kalian melihat bulan, dan berbukalah ketika kalian melihat bulan. Jika bulan tersebut tertutup awan, maka sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga-puluh hari.” (HR. Bukhari no. 1909 dan Muslim no. 1081)

Monday, 25 February 2013

MENUJU BAHAGIA DENGA AHLAK MULIA


Berakhlak Mulia Faktor Penting Dalam Meraih Kebahagiaan
Di antara hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan: memperhatikan adab-adab Islami; akhlak yang Islami saat bermuamalah dengan manusia, memperhatikan bagaimana adab Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan akhlak beliau ketika bergaul dengan masyarakat. Nabi shallallahau alaihi wa salam pernah bersabda:
اِ نَّمَا بُعِثْتُ لأُ تَمِّمَ صَا لِحَ الأَ خْلاَ قِ
“Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak-akhlak mulia.” (HR Ahmad)

Wednesday, 23 January 2013

INDAHNYA SILATURAHMI


Bismillahirahanirahim
Mahabenar Allah dalam firmanNya, “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nissa [4] : 1).
“Seseorang berkata: ‘Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku amalan yang akan memasukkan aku ke surga dan menjauhkanku dari neraka.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturahim’.”
(HR. Al-Bukhari, 3/208-209, Muslim no. 13)
” terima kasih saya ucapkan kepada sahabatku semua dimanapun engkau berada, semoga keberkahan, karunia dan rahmat Allah selalu tercurahkan untukmu dan keluargamu disana”
Indahnya kasih sayang dapat tercermin dari silaturahmi yang baik. Persaudaraan yang terputus pun akan terjalin kembali melalui silaturahmi. Sungguh, keindahan akan diperoleh bagi orang yang mau menjaganya.
kebahagiaan tersebut tentunya diperoleh dengan keikhlasan dalam melakukannya. Bukan karena mengharapkan imbalan dari mahluk-mahlukNya, bukan karena mengharapkan pujian dan penghargaan, juga bukan karena mengharapkan mereka agar menyambungkan tali silaturahmi sebagaimana yang telah kita lakukan, sama sekali bukan. Melainkan semua itu kita lakukan semata-mata agar kita disayangi oleh Allah SWT.
ingatlah Rasul saw yang mulia bersabda :
“Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah pahala orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah siksaan bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan” (HR. Ibnu Majah).
Salurkan Zakat Infaq Sedekah
di Yayasan ZIS Yatim Mandiri



Toko Buku & Majalah Online
“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah menudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim:2699)

Yayasan Pendidikan Al-Hidayah



"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Al-Baqarah 2:261)

Komunitas bisnis Ustad Yusuf Mansur


The OC Gallery Shop



"Pedagang yang dapat dipercaya dan beramanat, akan bersama para Nabi, orang-orang yang dapat dipercaya dan orang-orang yang mati syahid." (Riwayat al-Hakim dan Tarmizi dengan sanad hasan)

Pengunjung

 

© 2013 Insan Media. All rights resevered. Designed by Media Insan

Back To Top