Rasulullah biasa mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum kepada para
sahabat, yang artinya semoga Allah menerima aku dan kalian. Maksudnya
menerima di sini adalah menerima segala amal dan ibadah kita di bulan
Ramadhan.
Beberapa sahabat menambahkan ucapan shiyamana wa shiyamakum, yang
artinya puasaku dan puasa kalian. Jadi ucapan ini bukan dari Rasulullah,
melainkan dari para sahabat.
Kemudian, untuk ucapan minal 'aidin wal faizin itu sendiri tidak pernah
dicontohkan, sepertinya itu budaya orang Indonesia. Yang sering salah kaprah
adalah ucapan tersebut biasanya diikuti dengan "mohon maaf lahir dan
batin". Jadi seolah-olah minal 'aidin wal faizin itu artinya mohon maaf lahir
dan batin. Padahal arti sesungguhnya bukan itu. Minal 'aidin artinya dari
golongan yang kembali. Dan wal faizin artinya dari golongan yang menang.
Jadi makna ucapan itu adalah semoga kita termasuk golongan yang kembali
(maksudnya kembali pada fitrah) dan semoga kita termasuk golongan yang
meraih kemenangan.



.jpeg)










