Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Sunday, 1 March 2015

Hutang Cinta Terhadap Anak


Kita selalu berhutang banyak cinta kepada anak-anak. Tidak jarang, kita memarahi mereka saat kita lelah. Kita membentak mereka padahal mereka belum benar-benar paham kesalahan yang mereka lakukan. Kita membuat mereka menangis karena kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan.
Tetapi seburuk apapun kita memperlakukan mereka, segalak apapun kita kepada mereka, semarah apapun kita pernah membentak mereka… Mereka akan tetap mendatangi kita dengan senyum kecilnya, menghibur kita dengan tawa kecilnya, menggenggam tangan kita dengan tangan kecilnya… Seolah semuanya baik-baik saja, seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya… Mereka selalu punya banyak cinta untuk kita, meski seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan cukup.
Kita selalu berhutang banyak kebahagiaan untuk anak-anak kita. Kita bilang kita bekerja keras demi kebahagiaan mereka, tetapi kenyataannya merekalah yang justru membahagiakan kita dalam lelah di sisa waktu dan tenaga kita. Kita merasa bahwa kita bisa menghibur kesedihan mereka atau menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka, tetapi sebenarnya kitalah yang selalu mereka bahagiakan… Merekalah yang selalu berhasil membuang kesedihan kita, melapangkan kepenatan kita, menghapus air mata kita.
Kita selalu berhutang banyak waktu tentang anak-anak kita. Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang kita miliki untuk berbicara, mendengarkan, memeluk, mendekap, dan bermain dengan mereka? Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa keras kita bekerja untuk menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka, melukis senyum sejati di wajah mungil mereka?
Tentang anak-anak, sesungguhnya merekalah yang selalu lebih dewasa dan bijaksana daripada kita. Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing kita menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya. Seburuk apapun kita sebagai orangtua, mereka selalu siap kapan saja untuk menjadi anak-anak terbaik yang pernah kita punya.
Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita… Anak-anak yang setiap hari menjadi korban dari betapa buruknya cara kita mengelola emosi. Anak-anak yang terbakar residu ketidakbecusan kita saat mencoba menjadi manusia dewasa. Anak-anak yang menanggung konsekuensi dari nasib buruk yang setiap hari kita buat sendiri. Anak-anak yang barangkali masa depannya terkorbankan gara-gara kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri.
… Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencoba membuat kita bahagia.
Maka dekaplah anak-anakmu, tataplah mata mereka dengan kasih sayang dan penyesalan, katakan kepada mereka, “Maafkan untuk hutang-hutang yang belum terbayarkan…
Sumber: visimuslim.com

Tuesday, 24 February 2015

Benarkah Bayi Pengemis itu Tertidur ?

Insan MediaDekat stasiun di sebuah kota besar duduk seorang wanita dgn usia yg tak diketahui. Rambutnya kotor, kepalanya tertunduk dalam kesedihan.

Wanita itu duduk di lantai kotor dan di sampingnya terletak sebuah tas. Dalam tas itu orang melempar uang. Di tangan wanita, tidur seorang bayi berusia dua tahun. bayi itu berpakaian kotor.

Banyak orang yang lewat akan memberikan uang. Kami selalu merasa kasihan pada orang kurang beruntung. Kami siap untuk memberikan orang-orang malang itu kemeja terakhir kami, uang terakhir kami di dalam kantong tanpa ragu ragu.




Aku berjalan melewati seorang pengemis selama satu bulan . Tidak memberikan uang, karena saya tahu bahwa ini adalah geng yang dioperasikan dan uang yang dikumpulkan oleh pengemis akan diberikan kepada siapapun yang mengontrol pengemis di daerah tersebut, orang-orang yang memiliki banyak properti mewah dan mobil.

Sebulan kemudian, saya berjalan melewati pengemis, seketika saya merasa terkejut.

saya di persimpangan yang sibuk, menatap bayi, berpakaian seperti biasa yang sangat kotor. Saya menyadari bahwa itu tampak aneh, menemukan seorang anak kecil di sebuah stasiun kotor dari pagi hingga sore.

Bayinya tidur. Tidak pernah menangis atau menjerit , selalu tertidur, mengubur wajahnya di lutut seorang wanita yang disebut ibunya.

Apakah salah satu dari Anda memiliki anak-anak antara usia 1 sampai 3? Apakah Anda ingat bagaimana mereka tidak dapat tidur lebih dari 2 jam pada suatu waktu? Namun, anak-anak ini selalu tertidur. Selalu! Oleh karena itu kecurigaan saya tumbuh.

"Kenapa dia tidur sepanjang waktu?" Aku bertanya (kepada pengemis), menatap bayi.

Pengemis pura-pura tidak mendengar saya. Dia menunduk dan menyembunyikan wajahnya di kerah jaket lusuh nya. Saya mengulangi pertanyaan itu. Wanita itu mendongak , melhat saya, seakan kesal dengan pertanyaan saya.
"B*ngs*t" , bibirnya bergumam.

Di belakangku seseorang menaruh tangannya di bahuku. Aku menoleh ke belakang . Seorang pria tua itu menatapku tidak setuju: "Apa yang Anda inginkan darinya? kamu tidak melihat seberapa keras kehidupannya?." Dia mengambil beberapa koin dari sakunya dan melemparkannya ke kantong pengemis tsb.

Pengemis itu menunjukkan raut wajah wajah berterima kasih dan kesedihan pada umumnya. Orang itu melepaskan tangannya dari bahuku dan berjalan keluar dari stasiun.

Hari berikutnya aku menelepon teman. Dari teman saya, saya berhasil menemukan bahwa pengems itu adalah bisnis, meskipun terlihat spontanitas, jelas terorganisir dan diawasi oleh lingkaran organisasi kejahatan.

Anak-anak yang digunakan adalah anak hasil "menyewa" dari keluarga pecandu alkohol, atau hasil penculikan.

Saya membutuhkan jawaban atas pertanyaan - mengapa bayi tidur? Dan saya mendapatkannya. Teman saya mengatakan kepada saya dengan suara tenang, "Mereka diberikan heroin, atau vodka"

Aku tercengang . "Siapa yang diberikan heroin atau vodka?!"

Dia menjawab, " Anak itu, sehingga ia tidak berteriak. Wanita itu akan duduk sepanjang hari dengan dia, bayangkan bagaimana anak itu mungkin bosan?"

Dalam rangka untuk membuat bayi tidur sepanjang hari, ia dicekokin dengan vodka atau obat-obatan. Tentu saja, tubuh anak-anak tidak mampu mengatasi bahan2 keras tersebut. Dan anak-anak seringkali tewas. Hal yang paling mengerikan - kadang-kadang anak-anak meninggal selama "hari kerja" . seorang "ibu" harus memegang mayat anak kecil di tangannya sampai malam. Ini adalah aturan. Dan oleh orang yang lewat akan diberikan beberapa uang ke kantong pengemis, dan percaya bahwa mereka melakukan perbuatan baik. Membantu ibu tunggal.

Hari berikutnya saya sedang berjalan di dekat stasiun yang sama. Aku membawa identitas jurnalistik, dan sudah siap untuk pembicaraan serius. sayangnya pembicaraan tidak be rhasil. Namun, terjadi hal ini:

Seorang wanita sedang duduk di lantai dan di tangannya seorang anak kecil. Aku bertanya pertanyaan tentang akte kelairan anak, dan yang paling penting, di mana anak kecil kemarin yang ia diabaikan.

Kelakuan saya diprotes oleh orang yang lewat. Saya diberitahu bahwa saya sudah gila karena berteriak pada pengemis miskin dengan seorang anak. Pada akhirnya, saya dikawal keluar dari stasiun dalam kehinaan. Satu hal yang tersisa adalah untuk memanggil polisi. Ketika polisi tiba, pengemis dengan bayi menghilang .

Bila Anda melihat seorang wanita dengan seorang anak, mengemis, berpikir sebelum Anda menyumbangkan. Pikirkan tentang hal itu, jika bukan karena ratusan ribu pemberi sedekah, bisnis seperti ini sudah mati. Bisnis akan mati dan bukan anak-anak. Jangan melihat anak yang sedang tidur dengan kasih sayang. Lihat horor. Karena Anda membaca artikel ini , Anda tahu sekarang mengapa anak tersebut tidur di tangan pengemis.

Silakan berbagi ini. Dan ketika Anda memutuskan lagi untuk menyumbang ke pengemis, ingat bahwa amal yang anda lakukan bisa jadi kematian bagi anak kecil lainnya.

Penulis : Rijalul Imam 
Artikel : Berbagai Sumber media.

Tuesday, 18 February 2014

Wahai ukhti

WAHAI PARA ISTRI KETAHUILAH, MENGAPA RIDHO SUAMI ITU SURGA BAGI PARA ISTRI

Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu. Bahkan seringkali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menafkahimu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

Suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah engkau lebih harus dihormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

Suami berusaha menutupi masalahnya di hadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. Padahal bisa saja di saat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah lebih besar. Namun tetap saja masalahmu diutamakan dibandingkan masalah yang dihadapinya sendiri.

Suami berusaha memahami bahasa diammu dan bahasa tangismu, sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung-jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah dituntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggungjawabkannya sendiri.

Subhanallah……..

Ditulis oleh : Ust. Abu Fatiah Al Adnani

Thursday, 21 November 2013

Mengapa Ada Ahli Maksiat Yang Masih Diberi Nikmat Oleh Allah?

Tersebutlah si Fulan, ia adalah seorang pengusaha sukses. Punya perusahaan dimana-mana, istri cantik, rumah mewah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya. Yang menjadi masalah, si Fulan ini terkenal bukan seorang yang soleh. Tidak pernah mau sholat, suka bermaksiat dan jauh dari Allah. Tapi, mengapa ia masih diberi kenikmatan oleh Allah?

Sementara kita, yang selama ini berusaha taat, sekuat tenaga menjauhi maksiat, tapi hidupnya masih pas-pasan. What’s wrong? Apa ada yang salah?

Menjawab pertanyaan ini, Allah telah memberi penjelasan melalui Al-Qur’an dan Hadits.

Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Apabila kalian melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”

Allah Bukan PHP (Pemberi Harapan Palsu)

Saat ada impian di hati, kita seringkali minder dan merasa malu mengakui impian tersebut. Bahkan tidak jarang kita merasa diri kita tidak akan pernah bisa mencapai impian tersebut. Kita seringkali merasa tidak pantas atas impian-impian kita tersebut.

Sadarkah kita, siapa yang menanamkan impian di hati dan pikiran kita? Yaps ! Allah lah yang mencurahkan semua impian indah itu kepada kita. Impian adalah tanda awal bahwa kita mampu. Ingat, Allah bukan PHP (Pemberi Harapan Palsu). Jika ada impian, insya Allah pasti ada jalan. Hanya saja, mungkin kita belum diizinkan untuk melihat jalan-jalan tersebut sampai kita benar-benar pantas untuk mendapatkan impian-impian kita.

Jangan remehkan impian-impian kita. Jangan tertawakan impian-impian kita. Impian adalah cara Allah memberitahu kita bahwa kita mampu atas semua yang kita impikan. Semua mungkin, semua bisa terjadi atas izin Allah.

Saturday, 2 November 2013

Hindari Sikap Sok Suci

Perasaan diri suci, pasca upaya untuk menyucikan diri adalah manusiawi, alias wajar-wajar saja. Tapi mengapa dilarang?

“Ustad, sebagai manusia biasa, kadang terlintas di hati bahwa aku adalah orang yang terbaik di antara mereka. Bagaimana cara mengatasinya? Apa yang harus kulakukan? Aku tahu hal itu tidak boleh.” Begitu pesan singkat yang saya terima dari salah satu jamaah pengajian saya beberapa waktu lalu. Sebelum saya bahas solusi penyakit hati tersebut, perlu kiranya dijelaskan duduk permasalahannya. Sebab mungkin ada di antara pembaca majalah [Majalah Pengusaha Muslim Indonesia, red] ini yang bertanya-tanya: “Apa salahnya kita merasa paling baik. Toh kita sudah berusaha untuk memperbaiki diri. Bukankah itu konsekuensi hasil sebuah usaha?

Antara Usaha Menyucikan Diri dan Merasa Suci
Sebagian orang kurang bisa membedakan antara “usaha menyucikan diri” dan “merasa diri suci.” Seakan keduanya sama, padahal sebenarnya Al-Quran pun membedakannya. Mari kita cermati dua ayat berikut ini.

Pengusaha,Tenaga kerja dan Upah Dalam Tuntunan Syariat islam.

Oleh: Prof Muhammad (Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Yogyakarta) kontribusi untuk Pengusaha Muslim.

Islam member perspektif mengenai ketenagakerjaan, setidaknya ada empat prinsip untuk memuliakan hak-hak pekerja, termasuk sistem pengupahannya.

Tenaga kerja dan upahnya tidak dapat dipisahkan. Keduanya selalu menjadi tema menarik untuk dikaji. Bahkan demonstrasi buruh pun juga lebih banyak menyangkut tuntutan kenaikan upah. Kajian saya kali ini mengenai dua perkara yang penting ini. Penting karena kebijakan di bidang upah minimum menjadi bagian agenda reformasi ketenagakerjaan yang lebih luas. Kebijakan ini muncul setelah krisis ekonomi pada 1997/1998. Termasuk di Indonesia, melalui komitmen pemerintah terhadap masalah upah minimum tenaga kerja.

Tuesday, 29 October 2013

JASAD PARA SAHABAT NABI TIMBUL MASIH UTUH DAN BERDARAH |

BANJIR MADINAH 2013 - JASAD PARA SAHABAT NABI TIMBUL MASIH UTUH DAN BERDARAH.

Waktu terjadi banjir di Madinah, kubur 70 orang keluarga Perang Uhud itu dilanda banjir. jasad para sahabat timbul keluar dalam keadaan masih utuh kerana mereka dikuburkan di kawasan padang pasir.
Selepas banjir surut, darahnya masih mengalir harum dan dikuburkan semula tetapi sudah tidak ditandai nama-nama jenazah tersebut dan yang ditandakan kerana dikenali cuma 2 sahaja iaitu Saidina Hamzah RA kerana diketahui dengan luka didadanya, badannya tinggi besar.
Jasadnya masih berdarah dan harum. Bahkan tangannya masih menekup lukanya akibat terkena tombak, yang masih keluar darah. Walaupun sudah beberapa ribu tahun.Dan yang satu lagi adalah Abdullah bin Jaz RA kerana diketahui telinga dan hidungnya terpotong akibat diikat benang. Kedua orang inilah yang sekarang nisannya ada di Uhud. Jadi kalau sekarang kita berziarah ke Gunung Uhud, hanya ada 2 nisan saja.

Sunday, 27 October 2013

Kenapa Bermental Pengemis?

“Kakek 74 Tahun Tewas dalam Pembagian Daging Kurban”, “Berbagi Sedekah Renggut 3 Nyawa”, “Zakat Belum Tuntas Dibagikan, 5 Nyawa Melayang”, “Pembagian Sembako Ricuh, Seorang Wanita Hamil Pingsan”.
Begitulah judul-judul berita di media massa yang kerap mengusik batin kita. Di negeri super kaya ini, ternyata masih ada kasus rebutan ‘makan’ yang menelan korban. Bagi-bagi berkah malah berujung malapetaka.

Banyak pihak menagih tanggung jawab panitia penyelenggara. Panitia dianggap lalai, karena terjadi kericuhan dan menyebabkan kematian. Muncullah larangan pembagian ‘sesuatu’ secara massal. Di Sumatera Barat, misalnya, MUI melarang pembagian zakat atau sedekah massal.

CINTA YANG TERLUPA

Wahai saudara/iku rahimakumullah. memang seharusnyalah kita sedikit dapat menyisihkan waktu untuk intropeksi demi cinta kita terhadap kedua orang Tua, terlebih kepada Ibu kita. Ketika kita masih dalam rahim ibu kita, sang ibu terus mengelus-elus perutnya yang membesar, mengirimkan pesan cinta pada sang buah hati. Banyak kesakitan tak terungkap yang dirasanya. Kaki susah dibawa berdiri, apalagi berjalan. Mudah letih, sakit kepala, dan sangat perasa. Tidur berbaring serba sulit. Pekerjaan rumah tak berkurang dari semula. Sang buah hati menendang-nendang, dan sang ibu tersenyum.

Dengan rasa sakit tak terungkap kata, dengan taruhan nyawanya, lahirlah sang buah hati ke dunia. Ibu tersenyum. Didekapnya sang anak, diciumi. Hilang semua rasa sakit dan keletihan yang luar biasa dalam sekejap.

Monday, 7 October 2013

karakteristik insan muslim

UMAT Islam adalah kelompok manusia yang menganut Islam sebagai agama atau pedoman hidupnya. Sifat-sifat atau karakter yang dilekatkan Allah SWT kepada umat Islam atau yang harus ada dalam diri setiap Muslim antara lain sebagai berikut:

1. Umat Pilihan atau Umat Terbaik.
“Kalian (umat Islam) adalah umat yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran, dan beriman kepada Allah…”  (Q.S. 3:110).

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang beriman”  (Q.S. 3:139).

Monday, 15 July 2013

Berakhlak Mulia Faktor Penting Dalam Meraih Kebahagiaan


Di antara hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan: memperhatikan adab-adab Islami; akhlak yang Islami saat bermuamalah dengan manusia, memperhatikan bagaimana adab Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan akhlak beliau ketika bergaul dengan masyarakat. Nabi shallallahau alaihi wa salam pernah bersabda:
اِ نَّمَا بُعِثْتُ لأُ تَمِّمَ صَا لِحَ الأَ خْلاَ قِ
“Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak-akhlak mulia.” (HR Ahmad)
Oleh karena itu, Nabi shallallahau alaihi wa sallam ketika ditanya tentang timbangan kebaikan yang paling berat di akherat, beliau menjawab, “Bertakwa kepada Allah dan akhlak yang mulia.”
Akhlak mulia memiliki nilai tinggi di sisi Allah. Oleh karena itu, akhlak yang mulia merupakan tanda kebahagiaan orang yang memilikinya. Jika bermuamalah dengan orang lain dan berbicara dengan saudaranya, ia berbicara dengan kalimat yang lembut, indah dan menyenangkan hati. Dia berusaha menolong orang lain, selalu ingin membantu orang lain dan menjauhkan dirinya dari perkataan yang kasar, kotor dan perkataan yang menyakiti orang lain. Apabila akhlak yang mulia terlepas dari seseorang, maka mulutnya (perkataannya) selalu kotor, ia hanya mau mencari pertolongan saja, namun enggan menolong orang lain, sombong, suka melaknat dan suka menyakiti orang lain. Ini tipe orang yang tidak berbahagia, kehidupannya sengsara. Tidak hanya itu, orang-orang di sekitarnya pun turut sengsara. Istrinya (atau suaminya) jadi menderita, anak-anaknyapun mengalami hal serupa, karena ayah (atau ibu) mereka yang kurang ajar. Semua orang menjauhinya.

Friday, 12 July 2013

Indahnya Nuasa Ramadhan di Rumah

Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan oleh banyak orang. Bulan Ramadhan memang bulan yang ditunggu, tidak hanya umat muslim di Indonesia tapi juga umat muslim di seluruh dunia. Tidak hanya karena di bulan Ramadhan segala pahala ibadah dilipatgandakan, namun karena dibulan inilah umat islam berpuasa sebulan penuh menuju hari kemenangan. Menata rumah mungkin menjadi pilihan yang tepat untuk merubah suasana rumah agar tidak jenuh dengan tataan rumah yang lalu.

Nah,kita bisa menciptakan nuasa ramadhan di rumah kita dengan memasang ornamen-ornamen rumah bernuasa islami. jadi terasa lengkap semua aktivitas kita seharian mulai dari tempat kerja,jalanan,pusat belanja dan kuliner sampai rumah bernuasa bulan suci Ramadhan.
Memang tidak ada salahnya untuk menata rumah kembali, Anda bisa menata kembali ruangan di rumah Anda agar lebih bernuansa Ramadhan karena ingin menambah kekhusyukan menjalankan ibadah puasa. Berbagai macam pilihan interior pun bisa membantu Anda dalam mendapatkan suasana baru yang lebih damai. Sebutlah misalnya, kaligrafi Arab yang bisa dipilih untuk menunjang pelaksanaan ibadah agar lebih khusyuk.

Saturday, 6 July 2013

Marhaban Ya Ramadhan

Assalamualaikum warohmatullahi Wabarokatuh.

Marhaban Ya Ramadhan,
Alhamdulillah,Insya Allah dua hari lagi kita akan memasuki awal buan penuh berkah (menunggu sidang isbat).Bulan dimana nilai kebaikan dan amal ibadah kita mendapat niai pahala lebih.Sahabat Insan Muslim rahimakumullah,blog ini hadir sebagai media dakwah dan wawasan islam memang masih sangat sederhana sekali apa yang di sampaikan.jujur saja saya sebagai pengelola blog ini belum sempurna seperti apa yang saya tulis atau saya copy paste.Tapi Insya Allah saya tetap istiqomah untuk tetap mencari ilmu dan belajar.

Nah,saya mengundang sahabat Insan Muslim semua untuk berkunjung ke blog ini melalui TAG facebook untuk setidaknya memeriahkan bulan suci Ramadhan 1434H melalui media blospot.Selain bersosial di dunia maya yang mempunyai nilai ukhuwah serta bisa juga menjadi semangat kita dalam menggunakan media internet untuk berktifitas dalam hal kebaikan.

silahkan copy paste atau membagikan isi dari semua artikel di blog Insan Muslim tanpa harus menyertakan sumbernya dari blog ini,karena itu jauh lebh bermanfaat dan lagian sebagian besar artikel di blog ini memang dari hasil copy paste kok.dan silahkan klik widget yang saya gunakan di blog ini untuk mendapatkan urlnya untuk bisa di pasang di blog sahabat semua.Insya Allah bermanfaat,dan dapat mempercantik penampilan blog sabat semua.

Yuk semangat beribadah di bulan penuh berkah.Dan nantikan artikel berikutnya di Insan Muslim.
selamat menjalankan ibadah puasa untuk muslim dunia.

salam ukhuwah.

Obrolan nasihat Ayah dan Anak

"AYAH, .. BISA TIDAK UPDATE STATUS FB DAN TWITTER DARI DALAM KUBUR??" ....

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Suatu malam, sebelum tidur seorang anak bertanya pada ayahnya.

Anak : Ayah, bisa tidak adik update status FB dan twitter dari dalam kubur?

Ayah : Tidak bisa, sayang.

Anak : Kalau adik pingin upadate juga?

Ayah : Tidak bisa. Andai saja FB dan twitter bisa diupdate dari dalam kubur setelah mati, mungkin ini statusnya: ..

Renungan Bijak

Sekuat apapun sebatang pohon, tidak akan pernah bisa lepas dari ketergantungan dengan air.
Siraman air menjadi energi baru buat pohon. Dari energi itulah pohon mengokohkan pijakan akar, meninggikan batang, memperbanyak cabang, menumbuhkan daun baru, dan memproduksi buah.

Seperti itu pula siraman rohani untuk hati manusia. Tanpa kesegaran rohani, manusia cuma sebatang pohon kering yang berjalan.

Tak ada keteduhan, apalagi buah yang bisa dimanfaatkan. Hati menjadi begitu kering. Persis seperti ranting-ranting kering yang mudah terbakar.

Sunday, 23 June 2013

Kebebaran Al-qur'an dalam penelitian masa Idah.




Sahabat Insan Muslim, di luar sana masih ada saja yang mengatakan Al-qur'an merupakan karangan Nabi Muhammad.s.a.w. Ironisnya banyak yang berhasil menemukan fakta-fakta ilmiah dalam dunia modern yang mengambil titik mula dari ayat yang terdapat dalam Al-qur'an.Berikut adalah hasil penelitiannya.


Pakar Genetika Yahudi Masuk Islam Setelah Mempelajari Iddah Dalam Islam

Jum`at, 21 Juni 2013 10:50 WIB



“Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru.” (QS. Al-Baqarah : 228).



Ayat tersebut menarik perhatian Robert Guilhem, seorang pakar genetika dan tokoh Yahudi di Albert Einstein College. Ia bertanya-tanya, mengapa kitab suci umat Islam memberikan ketentuan masa iddah tiga bulan? Mengapa setelah bercerai perempuan tidak boleh langsung menikah lagi dengan lelaki lain?


Sunday, 31 March 2013

Menjadi pribadi produktif, bukan pribadi pengemis.


“Sungguh, salah seorang di antara kamu mencari setumpuk kayu bakar, lalu menggendongnya di atas punggungnya, lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberi maupun tidak memberi,“ (HR Bukhari No 1984,1421, 2267 dan Muslim No. 1792).

Hadits ini merupakan petunjuk. Nabi Muhammad saw kepada umat Islam, baik sebagai pribadi maupun sebagai komunitas, agar menjadi manusia-manusia yang produktif walaupun konsekwensinya, harus siap berjuang, menempuh jalan melelahkan.

Monday, 25 February 2013

MENUJU BAHAGIA DENGA AHLAK MULIA


Berakhlak Mulia Faktor Penting Dalam Meraih Kebahagiaan
Di antara hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan: memperhatikan adab-adab Islami; akhlak yang Islami saat bermuamalah dengan manusia, memperhatikan bagaimana adab Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan akhlak beliau ketika bergaul dengan masyarakat. Nabi shallallahau alaihi wa salam pernah bersabda:
اِ نَّمَا بُعِثْتُ لأُ تَمِّمَ صَا لِحَ الأَ خْلاَ قِ
“Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak-akhlak mulia.” (HR Ahmad)
Salurkan Zakat Infaq Sedekah
di Yayasan ZIS Yatim Mandiri



Toko Buku & Majalah Online
“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah menudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim:2699)

Yayasan Pendidikan Al-Hidayah



"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Al-Baqarah 2:261)

Komunitas bisnis Ustad Yusuf Mansur


The OC Gallery Shop



"Pedagang yang dapat dipercaya dan beramanat, akan bersama para Nabi, orang-orang yang dapat dipercaya dan orang-orang yang mati syahid." (Riwayat al-Hakim dan Tarmizi dengan sanad hasan)

Pengunjung

 

© 2013 Insan Media. All rights resevered. Designed by Media Insan

Back To Top